Kwarcab Kabupaten Bandung Monitoring Gerakan Ketahanan Pangan di Kwarran Margahayu

Kwarcab Kabupaten Bandung Monitoring Gerakan Ketahanan Pangan di Kwarran Margahayu

Bandung, 28 September 2026 — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung terus menunjukkan keseriusannya dalam mendukung dan menyukseskan program gerakan ketahanan pangan melalui kegiatan nyata di setiap basis. Salah satunya dengan melaksanakan monitoring kegiatan ketahanan pangan yang berlangsung di wilayah Kwartir Ranting (Kwarran) Margahayu, Senin (28/9/2026).

Kegiatan monitoring tersebut dilaksanakan di sejumlah pangkalan atau basis, di antaranya SMPN 1 Margahayu, SMPN 2 Margahayu, dan SMPN 3 Margahayu. Monitoring dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan pelaksanaan program ketahanan pangan yang selama ini telah digerakkan oleh anggota Gerakan Pramuka di masing-masing basis.

Kegiatan monitoring dipimpin langsung oleh Kak Ahmad Hidayat, selaku Andalan Kwarcab Kabupaten Bandung bidang Lingkungan Hidup. Dalam pelaksanaannya, Kak Ahmad Hidayat didampingi oleh Kak Indra dan Kak Mamat, selaku Andalan Abdimas Kwarcab Kabupaten Bandung.

Tim monitoring melihat secara langsung berbagai tahapan kegiatan yang telah dilakukan oleh anggota Pramuka, mulai dari proses penyemaian bibit, penanaman hingga perawatan tanaman cabai. Kehadiran tim Kwarcab di lapangan sekaligus menjadi bagian dari upaya untuk memastikan gerakan ketahanan pangan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi anggota Pramuka maupun lingkungan sekolah.

Program tersebut merupakan bagian dari rangkaian keseriusan Kwarcab Kabupaten Bandung dalam mendukung gerakan ketahanan pangan yang digagas oleh Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung, Kang DS. Melalui program ini, Gerakan Pramuka tidak hanya diarahkan untuk turut berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan, tetapi juga menjadikan kegiatan bercocok tanam sebagai sarana pendidikan dan pembelajaran langsung bagi peserta didik.

Kegiatan menanam cabai menjadi salah satu pilihan yang dikembangkan karena relatif mudah diterapkan di lingkungan sekolah maupun pangkalan. Para anggota Pramuka diberikan pengalaman secara langsung mengenai bagaimana memulai proses penyemaian, memindahkan bibit ke media tanam, melakukan perawatan, hingga menjaga tanaman agar dapat tumbuh dan menghasilkan.

“Alhamdulillah, basis-basis yang ada di wilayah Kwarcab Kabupaten Bandung mayoritas telah melaksanakan gerakan ketahanan pangan dengan serius. Mulai dari penyemaian bibit, penanaman sampai dengan perawatan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan,” ujar Kak Ahmad Hidayat bersama tim monitoring.

Menurutnya, keterlibatan aktif para anggota Pramuka dalam kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung memiliki kepedulian terhadap program ketahanan pangan. Lebih dari sekadar kegiatan menanam, program tersebut juga menjadi media pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung kepada anggota Pramuka mengenai pentingnya menjaga lingkungan serta memanfaatkan lahan yang tersedia.

“Hal ini menjadi bukti nyata keseriusan Gerakan Pramuka dalam menyukseskan gerakan ketahanan pangan sekaligus menjadi media pembelajaran langsung bagi anggota Pramuka dalam proses menanam dan merawat tanaman cabai,” tambahnya.

Monitoring yang dilakukan di wilayah Kwarran Margahayu diharapkan dapat terus mendorong semangat para pembina, Mabigus, dan anggota Pramuka untuk mempertahankan keberlanjutan kegiatan tersebut. Dengan adanya keterlibatan aktif dari setiap basis, gerakan ketahanan pangan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penanaman saja, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi kegiatan edukatif, produktif, dan berkelanjutan.
Melalui gerakan tersebut, Kwarcab Kabupaten Bandung terus mendorong Gerakan Pramuka agar hadir dan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat. Semangat gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, serta kemandirian yang menjadi bagian dari nilai-nilai kepramukaan diharapkan dapat tumbuh melalui berbagai kegiatan nyata, termasuk gerakan ketahanan pangan di setiap pangkalan.