CANGKUANG, 10 Oktober 2026
Kesibukan mengikuti perlombaan tidak menjadi penghalang bagi anggota Pramuka untuk tetap menjalankan ibadah kepada Allah SWT. Di tengah padatnya rangkaian kegiatan Lomba Tingkat III (LT III) Regu Pramuka Penggalang Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung yang berlangsung selama tiga hari, nilai-nilai religius tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan peserta selama mengikuti kegiatan perkemahan.
Memasuki hari kedua pelaksanaan LT III, suasana pagi di lokasi perkemahan di Pondok Pesantren Al Mukhlis, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, diwarnai guyuran hujan yang menyebabkan kondisi lapangan menjadi basah. Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para anggota Pramuka untuk melaksanakan ibadah, khususnya salat Subuh berjamaah.
Kegiatan salat Subuh berjamaah tersebut dikoordinasikan oleh Kak Sofyan bersama rekan-rekannya. Dengan penuh semangat, mereka mengondisikan peserta agar tetap dapat melaksanakan ibadah di sela-sela kesibukan mengikuti berbagai mata lomba dan aktivitas perkemahan.
Tidak hanya salat berjamaah, pembinaan keagamaan juga dilanjutkan dengan kegiatan kultum (kuliah tujuh menit) yang disampaikan langsung oleh Kak Sofyan. Dalam penyampaiannya, ia mengingatkan seluruh anggota Pramuka agar senantiasa menjaga kewajiban beribadah kepada Allah SWT, di mana pun dan dalam kondisi apa pun, termasuk ketika sedang mengikuti kegiatan perkemahan di alam terbuka.
Menurut Kak Sofyan, kegiatan kepramukaan tidak hanya berorientasi pada keterampilan, kedisiplinan, kemandirian, dan kekompakan regu, tetapi juga harus mampu membentuk karakter peserta yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Anggota Pramuka ketika berkemah di alam terbuka jangan sampai meninggalkan ibadah kepada Allah SWT. Selain sebagai bentuk permohonan perlindungan kepada Yang Maha Kuasa, menjalankan ibadah juga merupakan wujud pengamalan Dasa Darma Pramuka yang pertama, yakni Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Kak Sofyan dalam kultumnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh peserta bahwa keberhasilan dalam kegiatan kepramukaan tidak semata-mata diukur dari prestasi yang diraih dalam perlombaan, tetapi juga dari sikap, perilaku, serta pengamalan nilai-nilai luhur Gerakan Pramuka dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pembiasaan salat berjamaah dan pembinaan keagamaan selama LT III, diharapkan para Pramuka Penggalang semakin memahami pentingnya keseimbangan antara aktivitas, tanggung jawab, dan kewajiban beribadah. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter untuk menumbuhkan pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, berakhlak mulia, serta senantiasa mengingat Allah SWT dalam setiap langkahnya.
Di tengah tantangan cuaca dan padatnya agenda perlombaan, semangat beribadah yang ditunjukkan para peserta menjadi cerminan bahwa nilai-nilai Dasa Darma tidak hanya dihafalkan, tetapi juga diterapkan secara nyata dalam kehidupan perkemahan.
Sesibuk apa pun kegiatan, sejauh apa pun melangkah, dan dalam kondisi apa pun, ibadah tetap menjadi kewajiban yang harus dijaga. Sebab, Pramuka yang tangguh bukan hanya mereka yang unggul dalam keterampilan dan perlombaan, melainkan juga mereka yang senantiasa menjunjung tinggi nilai ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.***Tsn Pusinfo