Kabupaten Bandung – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung menyelenggarakan Pelatihan Mitigasi Bencana Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kapasitas Pramuka Penegak dan Pandega dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari di halaman Sekretariat Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung.
Sebanyak 64 peserta yang merupakan perwakilan dari 31 Kwartir Ranting (Kwarran) se-Kabupaten Bandung mengikuti pelatihan ini. Para peserta mendapatkan pembekalan pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai mitigasi bencana sebagai bekal untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta kemampuan dalam memberikan bantuan kepada masyarakat saat terjadi keadaan darurat.
Pelatihan Mitigasi Bencana Tahun 2026 dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat (Abdimas) Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung, Kak Asep Amidjaya. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Pramuka memiliki peran strategis sebagai organisasi kepanduan yang tidak hanya membentuk karakter generasi muda, tetapi juga harus mampu menjadi garda terdepan dalam aksi kemanusiaan dan kebencanaan.
Menurutnya, mitigasi bencana merupakan salah satu kompetensi yang perlu dimiliki oleh setiap anggota Pramuka Penegak dan Pandega, mengingat Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Oleh karena itu, melalui pelatihan ini diharapkan peserta mampu memahami langkah-langkah pencegahan, kesiapsiagaan, hingga penanganan awal saat terjadi bencana.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta menerima berbagai materi mengenai mitigasi bencana, manajemen risiko, pertolongan pertama, teknik evakuasi, komunikasi darurat, serta mengikuti simulasi penanganan bencana. Kegiatan ini dirancang tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga pengalaman praktik yang dapat diterapkan ketika bertugas di lapangan.Melalui Pelatihan Mitigasi Bencana Tahun 2026, Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung berharap dapat mencetak Pramuka Penegak dan Pandega yang tangguh, sigap, serta memiliki jiwa pengabdian kepada masyarakat. Bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diimplementasikan di gugus depan, kwartir ranting, maupun dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, sehingga Gerakan Pramuka senantiasa hadir sebagai mitra masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana dan penanggulangan keadaan darurat.***(Tsn Pusinfo)